Blog

Jatinangor Sebuah Kata yang Tidak Anda Ketahui

Jatinangor Sebuah Kata yang Tidak Anda Ketahui

Jatinangor Sebuah Kata yang Tidak Anda Ketahui, Jatinangor dulu dengan sekarang tentunya sudah mengalami perubahan, dari sisi kegiatan ekonomi, tata ruang, bisnis, dan lainnya. Saat ini anda sedang membaca mengenai ulasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang – Jawa Barat.

Asal Usul Nama Jatinangor

Hampir dipastikan tidak ada yang mengetahui asal usul nama Jatinangor, dan apa arti dari Jatinangor itu sendiri. Silahkan anda riset kecil disekitar anda, atau anda iseng tanya arti dari Jatinangor ke mahasiswa yang sedang belajar di Jatinangor. Apakah arti Jatinangor ?.

Jatinangor dalam bahasa sunda biasa disebut ” Jukut Jatinangor ” tanaman dengan nama latin Alternanthera amoena Voss, kecicak abang dalam bahasa jawa atau dalam bahasa Indonesia Bayam Merah. Sudah bisa menggambarkan bagaimana bentuk tanaman tersebut. Bayam merah ini bukan asli kembang-kembangan asli dari tatas pasundan namun kembang Jatinangor ini berasal dari Amerika.(T Bachtiar : Pikiran Rakyat)

Lebih lanjut T Bachtiar menceritakan mengenai gambaran Bayem Merah atau dalam bahasa lokalnya Jukut Selong. Dr. C.G.G.J. van Steenis (1981) memberikan gambaran bahwa kembang ini merupakan herba menahun, berumpun kuat, tingginya 0,2-0,5 meter dengan batangnya berambut tipis yang merata. Daunnya berbentuk solet sampai memanjang dengan warna kemerah-merahan. Bunganya dengan bongkol duduk, kadang seperti bertangkai, tidak berduri. Daun pelindung kecil, runcing, bertepi semacam selaput. Daun tenda bunga 5, runcing keputih-putihan serupa selaput, panjang + 3 mm., bertulang daun 3, dari luar berambut. Benang sari 5. Tangkai sari pada pangkalnya bersatu seperti mangkuk yang pendek. Kepala sari berganti-ganti dengan taju yang berbentuk pita pada ujung yang berbagi dalam umbai. Tangkai putik pendek, kepala putik benbentuk tombol. Tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian antara 5-1.600 meter dpl.

Jatinangor adalah kota Kecamatan di Kabupaten Sumedang secara posisi berada di 108º, 6¹, 41,71 dtk (BT) dan 1º, 50¹, 36,38 dtk (LS) yang luas wilayahnya hanya 26,2 Km². seperti yang pernah dijelaskan artikel tentang Jatinangor sebelumnya.

Dulu Perkebunan Sekarang Kota Pendidikan

Sejak jaman Kolonial Belanda Jatinangor adalah sebuah perkebunan teh dan pohon jati, batas-batas perkebunan itu mulai dari IPDN (sekarang) sampai dengan Gunung Manglayang. Sekarang sudah berubah menjadi Kampus-kampus Pendidikan Tinggi Negeri. seperti IPDN,IKOPIN,UNPAD dan ITB.

Sejarah Singkat Kampus IPDN Jatinangor

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Bahasa Inggris: Institute of Domestic Governance) disingkat “IPDN” adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia, yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat. Pada 10 Oktober 2007, dalam sebuah sidang kabinet, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk menggabungkan STPDN dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menjadi IPDN menyusul terungkapnya kasus kekerasan yang terjadi di STPDN. (Baca: WIKIPEDIA)

Inisiasi pembentukan IPDN ternyata sudah dari dulu yaitu sejak Zaman Belanda tepatnya pada tahun 1920; sekolah pendidikan Pamong Praja yang bernama Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren ( OSVIA ) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren ( MOSVIA )
singkat cerita dalam memenuhi tenaga pamong praja di lingkungan Kementrian Dalam Negeri maka dibentuklah Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada pada tanggal 17 Maret 1956 di Malang, Jawa Timur. berdasarkan SK Mendagri No. Pend.1/20/56 tanggal 24 September 1956 yang diresmikan oleh Presiden Soekarno di Malang, dengan Direktur pertama Mr. Raspio Woerjodiningrat. Kemudian pada tahun 1988 melalui Surat Keputusan No.38 Tahun 1988 Tentang Pembentukan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Nasional yang berkedudukan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. Pada tahun 1992 melalui Kepres No.42 Tahun 1992 Status APDN ditingkatkan mendi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPN) dan selanjutnya di sebut STPDN; sekarang IPDN.

Sejarah Singkat Kampus UNPAD Jatinangor

Diambil dari laman resminya UNPAD, Sejak tahun 1977, Unpad merintis pengadaan lahan yang memadai dan tahun 1979 baru disepakati dengan adanya penunjukkan lahan bekas perkebunan di Jatinangor. Terinspirasi oleh “Kota Akademik Tsukuba”, Rektor keenam Unpad, Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja menggagas “Kota Akademis Manglayang”, yang terletak di kawasan kaki Gunung Manglayang. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 593/3590/1987, kawasan itu meliputi luas 3.285,5 Hektar, terbagi dalam 7 wilayah peruntukkan. Khusus untuk Unpad, wilayah pengembangan kampus di Jatinangor mencakup 175 h.

Secara bertahap, Unpad telah mulai memindahkan kegiatan pendidikannya ke Jatinangor sejak 1983, yang diawali oleh Fakultas Pertanian. Kemudian diikuti oleh fakultas-fakultas lainnya yang ada di lingkungan Unpad. Pada 5 Januari 2012, gedung Rektorat Unpad resmi pindah ke Jatinangor.

Sejarah Singkat Kampus IKOPIN Jatinangor

Kampus Ikopin di Jatinangor Kabupaten Sumedang diresmikan pemakaiannya oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 12 Juli 1984. Upacara ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan beberapa duta besar dari negara sahabat, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, tokoh gerakan koperasi dan lain-lain. Diresmikan oleh Presiden Soeharta. Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) berdiri secara resmi pada tanggal 7 Mei 1982 bertepatan dengan keluarnya ijin operasional dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat. Ikopin didirikan dan dibina oleh Yayasan Badan Pembina Pendidikan dan Penelitian Perkoperasian (Yayasan BP-4), sekarang telah diubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK). Dalam tahun 1984 Ikopin memperoleh status Terdaftar berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud No. 133/1984. (Baca: Laman resmi IKOPIN)

Sejarah Singkat Kampus ITB Jatinangor

Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor sebagai salah satu bagian dari ITB Multikampus, keberadaannya diawali oleh perjanjan kerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia. Kesepakatan ini tertuang dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangi pada tanggal 27 Januari 2010 dengan nomor 073/02/otdksm dan No. 022/K01/DN/2010.

Selanjutnya keberadaan Kampus ITB Jatinangor berdasarkan kepada Perjanjian Hibah antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang Hibah Barang Milik Daerah Berupa Tanah dan Bangunan yang terletak di Jalan Raya Jatinangor-Sumedang, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang pada Tanggal 29 Agustus 2016;

Kemudian pada tanggal 14 Agustus 2017 diserahterimakan Barang Milik Negara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berupa Bangunan senilai Rp43.739.928.000,- kepada Institut Teknologi Bandung dengan Berita Acara No. 3449/A.A3/KU/2017. (Baca laman resmi ITB)

Jatinangor: Lain dulu Lain Sekarang

Jatinangor pada zaman “baheula” adalah perkebunan, sekarang pada zaman “NOW” adalah Kota Pendidikan TInggi Negeri. Tidak berlebihan kalau Jatinangor kini disebut sebagak kota pendidikan pasalnya sudah berdiri 4 PTN seperti IPDN,UNPAD,IKOPIN dan ITB. Dengan hadirnya 4 PTN tersebut tentunya berdampak pada roda kehidupan didaerah ini, terutama pada permintaan atas hunian.

Berbanding lurus dengan jumlah mahasiswa di Jatinangor, setiap tahunnya kurang lebih pertambahan 60 ribu mahasiswa dari 4 PTN, menyisakan permasalahan atas tata letak kota. Banyak rumah-rumah warga pada awalnya di jadikan pemondokan sementara atau kos-kosan. Pada perkembangannya sekarang hal tersebut menjadi bisnis baru yang sangat menggiurkan. Terbukti hadir beberapa apartemen di jatinangor sudah berdiri termasuk dari PT.PP Properti TBK, yaitu Apartemen Louvin yang sedang dalam proses pembangunan dan sejatinya akan beres untuk tower pertama di akhir tahun 2020.

Tag: , , , , ,